Monday, 28 November 2011

Mentauhidkan Pendidikan



Apakah tujuan dari Pendidikan kita?????
- Agar siswa mendapat nilai baik
- Memanusiakan manusia
- Semua materi tersampaikan
ATAU
-    Pengenalan terhadap Allah
-    Membentuk manusia yang bertaqwa

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz Dzariyat : 56). Pendidikan pada zaman sekarang makin disibukkan dengan metode mengajar yang macam-macam dan materi seabrek yang harus disampaikan pada siswa. Mari sejenak kita renungi “pedoman” kita yaitu Alqur’an.
 Saat Al-Quran kali pertama turun ke bumi, Nabi Muhammad telah diperintah: Bacalah dengan Asma Tuhan yang telah menciptakanmu. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah demi Tuhan Yang Paling Mulia. Dia memberi ilmu melalui Al-Qolam. Dia memberitahu manusia apapun yang belum diketahuinya.
Surat Al-Alaq ayat 1 hingga 5 di atas menyebut kata kunci: membaca, menulis, mengajar atau memberi ilmu. Kata-kata ini selalu dikaitkan dengan dunia pendidikan sehingga tidak mengherankan jika pendidikan selalu dijadikan landasan hidup manusia. Kembali kepada ayat-ayat Al-Quran diatas, di sana telah jelas bahwa pendidikan harus seiring dengan asma Allah. Itu artinya, tujuan pendidikan harus bermula dan juga bermuara pada tauhidullah. Yakni, mengesakan Allah, mengenal-Nya, mendekati-Nya dan mencinta-Nya. Sebab, hakekat pendidikan atau hak pemberian ilmu yang benar dan bermanfaat adalah berasal dari Allah. Dialah yang mengajar manusia. Dialah yang mampu mengentaskan manusia dari kebodohan. Untuk itu, pendidikan perlu 2 hal, yaitu: proses mengenalkan Allah pada peserta didik
dan proses mengenalkan anak didik terhadap diri mereka sendiri misalnya potensi, soft skill, syakilah, bakat dan potensi tauhid yang harus dicari, diteliti, diketahui dan didayagunakan.
Pendidikan yang baik tentunya perlu persiapan atau perencanaan yang baik, pendidik tentunya berhubungan erat dengan RPP. Demi mencapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan maka didalam RPP dan aksi dikelas perlu disinergiskan antara ilmu pengetahuan  dengan ilmu agama islam agar siswa lebih mengenal Allah. Nilai yang bagus bukanlah tolak ukur utama dalam pendidikan, andai sampai hal ini terjadi maka akan banyak siswa yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang baik contoh mencontek, ngerpek dan lain-lain. Dan tragisnya perilaku ini telah menjadi budaya bagi siswa. Siapa yang salah??

 “ Pendidikan yang benar adalah yang mendekatkan siswa kepada Allah”

Friday, 25 November 2011

Kisah Seorang yang Bekerja di Mikroskop

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft.
Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.


'Anda bekerja "katanya.
"Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja."
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email '.
"Maafkan aku", kata manajer HR. Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan. "

Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku.
Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg peti tomat.
Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah.
Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $ 60.
Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan jualannya hari demi hari uang keuntungan yg didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari.
Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.

5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat.
Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan.
Ketika percakapan broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.

Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email."

broker itu menjawab ingin tahu mengapa ia tidak punya email,

'Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email!!? "

Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!"